Oleh: Panggih Raharjo | 28/09/2011

Prinsip Kerja Mesin 2 Tak

Iseng-iseng hanya untuk sekedar merefresh (supaya tidak lupa dan tidak hilang dari kepala :D) pelajaran yang sudah pernah didapat sewaktu kuliah dulu terutama tentang sistem kerja mesin.

Mesin 2 tak merupakan siklus Otto yang pada prinsipnya bekerja dengan dua langkah piston atau satu putaran poros engkol, yang berarti dalam satu siklus kerja mesin 2 tak hanya terdiri dari 1 kali gerakan naik dan 1 gerakan turun dari piston saja.

Intake

Campuran bahan bakar dan udara masuk ke dalam ruangan poros engkol akibat tekanan vakum yang terjadi pada saat piston bergerak ke atas.

Intake

Compression

Selanjutnya piston bergerak ke atas dan mengompresi/menekan campuran bahan bakar dan udara, dan pada saat yang bersamaan ketika piston bergerak ke atas (untuk mengompresi campuran bahan bakar dan udara) terjadi langkah masuk yaitu masuknya campuran bahan bakar dan udara masuk ke dalam ruangan poros engkol.

Compression

Transfer/Exhaust

Pada saat piston bergerak ke bawah sampai mendekati posisi titik mati bawah (TMB), saluran masuk terbuka sehingga memudahkan masuknya campuran bahan bakar dan udara ke dalam silinder (ruang bakar). Dan pada saat yang bersamaan masuknya campuran bahan bakar dan udara kedalam ruang bakar tersebut mendorong sisa hasil pembakaran keluar melalui saluran pengeluaran pada sisi yang berlawanan dari lubang pemasukan.

Transfer/Exhaust

Power

Pada saat piston bergerak ke atas mendekati posisi titik mati atas (TMA) busi akan menyala dan membakar campuran bahan bakar dan udara yang telah di kompresi sehingga terjadi pembakaran/ledakan yang mendorong piston bergerak ke bawah.

Power

Perbedaan mendasar antara Mesin 2 Tak dengan Mesin 4 Tak :

Mesin 2 tak harus memakai oli pelumas samping selain pelumas mesin, hal ini di sebabkan karena putaran yang dihasilkan lebih cepat (Perbandingannya pada mesin 4 tak dalam 2 kali putaran crankcase = 1 x kerja sedangkan untuk 2 tak 2 kali putaran crankcase = 2 x kerja). Hal ini menyebabkan mesin 2 tak lebih berisik, boros bahan bakar, dan menghasilkan asap putih dari knalpotnya.

Selain itu, perbedaan yang lain juga terdapat pada bentuk fisik pistonnya. Piston 2 tak lebih panjang dibanding piston 4 tak, dan pada bentuk piston head-nya juga berbeda, piston 2 tak memiliki semacam ‘kubah’ (lihat gambar) untuk memudahkan gas buang (hasil pembakaran) untuk bisa keluar sedangkan mesin 4 tak tidak ada. Piston 2 tak juga memiliki slot lubang yang berhubungan dengan reed valve yang berhubungan dengan cara kerja untuk masukanya campuran bahan bakar dan udara ke ruang bakar. (translate by Google)

Sumber


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: