Oleh: Panggih Raharjo | 02/07/2011

Alat Bantu Pendaratan Pesawat di Bandara (Bagian I)

Untuk menunjang keselamatan penerbangan di bandar udara dipasang sebuah Alat Bantu Pendaratan pesawat terbang. Alat Bantu Pendaratan atau sering disebut Fasilitas Bantu Pendaratan juga merupakan salah satu prasarana penunjang operasi bandara. Alat Bantu Pendaratan itu sendiri terbagi menjadi dua kelompok , yaitu :

  • Alat Bantu Pendaratan Secara Instrumen atau Instrument Landing System ( ILS )
  • Alat Bantu Pendaratan Secara Visual atau Airfield Lighting System ( AFL )

Alat Bantu Pendaratan Secara Instrument terdiri dari :

Instrument Landing Syatem (ILS)

ILS adalah alat bantu pendaratan instrumen (non visual) yang digunakan untuk membantu penerbang dalam melakukan prosedur pendekatan dan pendaratan pesawat di suatu bandara. Peralatan ILS terdiri atas 3 (tiga) subsistem :

a. Localizer (LOC)

yaitu peralatan yang memberikan sinyal pemandu azimuth mengenai kelurusan pesawat terhadap garis tengah landasan pacu, atau membantu pesawat terbang agar tepat di centerline landasan pada saat mendarat. Localizer beroperasi pada daerah frekuensi 108 MHz hingga 111,975 MHz.

Localizer (LOC)

b. Glide Slope (GS)

yaitu peralatan yang memberikan sinyal pemandu sudut luncur pendaratan (3 derajat) , atau membantu pesawat terbang agar tepat di touchdown pada saat mendarat. Glide Slope sering juga disebut Glide Path (GP) dan bekerja pada frekuensi UHF antara 328,6 MHz hingga 335,4 MHz.

Glide Path (GP)

c. Marker Beacon.

yaitu peralatan yang menginformasikan sisa jarak pesawat terhadap titik pendaratan. Marker beroperasi pada frekuensi 75 Hz. Marker Beacon terdiri dari 3 buah, yaitu :

  1. Outer Marker (OM) : terletak 4 – 7 nautical miles dari landasan pacu. Outer Marker dimodulasikan dengan sinyal 400 Hz
  2. Middle Marker (MM) : terletak 0,5 – 0,8 nautical miles dari landasan pacu dan dimodulasikan dengan frekuensi 1300 Hz.
  3. Inner Marker (IM) : terletak ± 60 meter dari landasan pacu dan dimodulasikan dengan sinyal 3000 Hz. (Untuk Inner Marker (IM) di Indonesia belum terpasang mengingat ILS category I).

Outer Marker

Middle Marker

Inner Marker

d. Runway Visual Range (RVR)

adalah suatu sistem/alat yang digunakan untuk memperoleh informasi meteorologi (cuaca), yaitu jarak tembus pandang (visibility) di sekitar runway.

RVR

Sumber :

* Disini

Wikipedia

Lanjut ke : Alat Bantu Pendaratan Pesawat di Bandara (Bagian II)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: