Oleh: Panggih Raharjo | 03/02/2010

NACA Airfoil

Pernahkah kita liat bentuk atau model airfoil dari sayap suatu pesawat..? dan pernahkah kita mencoba bandingkan bentuk airfoil satu pesawat dengan pesawat lainnya kenapa bisa berbeda-beda..? Yaa..itu lah bentuk dari seri NACA airfoil suatu sayap pesawat.

NACA (National Advisory Committe for Aeronautics) merupakan standar dalam perancangan suatu airfoil. Perancangan airfoil pada dasarnya bersifat khusus dan dibuat menurut selera serta sesuai dengan kebutuhan dari pesawat yang akan dibuat. Akan tetapi  NACA menggunakan bentuk airfoil yang disusun secara sistematis dan rasional. NACA mengidentifikasi bentuk airfoil dengan menggunakan sistem angka kunci seperti seri “ satu “, seri “ enam ”, seri “ empat angka “, dan seri “ lima angka “.

Berikut adalah identifikasi angka-angka dari seri NACA tersebut :

1. Seri “ Satu “

  • Angka pertama adalah menunjukkan serinya.
  • Angka kedua menunjukkan letak tekanan minimum dalam persepuluh chord dari  trailing edge.
  • Angka ketiga menunjukkan koefisien gaya angkat (cl) rancangan dalam  persepuluh chord.
  • Dua angka terakhir menunjukkan maximum thicknes atau ketebalan maksimum  dalam perseratus chord.

Contoh airfoil dengan NACA 16-123, angka 1 adalah serinya (seri satu angka), memiliki letak tekanan minimum 60 % chord dari trailing edge, memiliki koefisien gaya angkat rancangan 0.1 dan mempunyai ketebalan maksimum 23 % chord.

Gambar airfoil NACA seri ” satu “

2. Seri “ Enam “

  • Angka pertama menunjukkan serinya.
  • Angka kedua menunjukkan letak tekanan minimum dalam sepersepuluh chord dari trailing edge.
  • Angka ketiga menunjukan koefisien gaya angkat (cl) rancangan dalam sepersepuluh chord.
  • Dua angka terakhir adalah maksimum thickness dalam seperseratus chord.

Misalnya untuk airfoil dengan NACA 65-218, angka 6 adalah serinya (seri enam angka), tekanan minimum terjadi pada 0.5c untuk distribusi tebal simetrik/dasar pada gaya angkat nol, memiliki koefisien gaya angkat rancangan cl 0.2c, dan tebal maksimum 18% chord. Airfoil jenis ini dirancang sebagai airfoil laminar untuk kecepatan tinggi, dirancang untuk menghasilkan clmax yang tinggi dan cd yang lebih rendah pada cl yang tinggi.

Gambar airfoil NACA seri ” enam “

3.  Seri “ Tujuh “

  • Angka pertama adalah serinya.
  • Angka kedua adalah letak tekanan minimum pada bagian upper surface perseratus chord.
  • Angka ketiga adalah letak tekanan minimum pada bagian lower surface perseratus chord.
  • Satu huruf menunjukkan profil standar dari airfoil.
  • Angka kelima adalah koefisien gaya angkat rancangan dalam persepuluh chord.
  • Dua angka terakhir adalah ketebalan maksimum dalam perseratus chord.

Contoh airfoil NACA 71-2A315, angka 7 adalah serinya, mempunyai letak tekanan minimum 10 % chord dari trailing edge pada upper surface, letak tekanan minimum pada lower surface  pada 20 % chord dari trailing edge, menggunakan standar “ A “ airfoil, memiliki koefisien gaya angkat rancangan 0.3, dan mempunyai ketebalan maksimum 15 % chord.

4.  Seri “ Delapan “

Identifikasi pada airfoil ini sama dengan airfoil pada seri 7, namun angka 8 merupakan serinya. Airfoil seri delapan merupakan airfoil superkritis, di desain supaya aliran udara yang melewati bagian upper dan lower surface pada airfoil dibuat lebih maksimum dan drag yang dihasilkan seminim mungkin. Ciri-ciri airfoil ini mempunyai chamber yang besar dan radius yang besar pada leading edge, biasanya digunakan pada pesawat yang mempunyai kecepatan transonic (1>M>1).

5.  Seri “ Empat angka “

  • Angka pertama adalah maksimum camber dalam perseratus chord.
  • Angka kedua adalah posisi maksimum camber pada chord line dalam sepersepuluh chord dari leading edge.
  • Dua angka terakhir dalam maksimum thickness dalam seperseratus chord.

Misalnya untuk airfoil dengan NACA 2412 (seri empat angka) memiliki camber maksimum 0.02c terletak di 0.4c dari leading edge, dan maximum thickness atau tebal maksimum 0.12c. Dalam praktek, umumnya angka-angka ini dinyatakan dalam persen tali busur, yaitu : camber 2% di 40% c dengan tebal 12%.

Gambar airfoil NACA seri “empat angka”

Untuk airfoil simetris, yang mempunyai bentuk tali busur yang sama antara bagian atas dengan bagian bawahnya merupakan airfoil dengan chamber nol. Contohnya adalah airfoil dengan NACA 0012, memiliki chamber dengan nilai yang nol dan mempunyai tebala maksimum 12%.

Gambar airfoil NACA simetris

6. Seri “ lima angka “

  • Bila angka pertama dikalikan 3/2 memberikan koefisien gaya angkat (cl) rancangan dalam sepersepuluh.
  • Dua angka berikutnya, bila dibagi dua menunjukan letak maksimum camber di chord line dalam seperseratus chord diukur dari leading edge.
  • Dua angka terakhir menunjukan maksimum thickness dalam seperseratus chord.

Misalnya untuk airfoil dengan NACA 23012, memiliki koefisien gaya angkat rancangan 0.3, chamber maksimum terletak di 0.15c, dan tebal maksimum 0.12c. Koefisien gaya angkat rancangan adalah koefisien gaya angkat teoritis airfoil dengan arah aliran bebas sejajar dengan garis singgung mean chamber line di leading edge.

Gambar airfoil seri NACA “lima angka”

Sumber :

http://en.wikipedia.org/wiki/National_Advisory_Committee_for_Aeronautics

http://en.wikipedia.org/wiki/NACA_airfoil


Responses

  1. bingungggg…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: