Oleh: Panggih Raharjo | 10/01/2010

Malaikat Pelindungku

Suatu ketika, ada seorang bayi yang siap untuk dilahirkan. Maka, ia bertanya  kepada Tuhan. “Ya Tuhan, Engkau akan mengirimku ke bumi. Tapi aku takut, aku masih sangat kecil dan tidak berdaya. Siapakah nanti yang akan melindungiku di sana?”.

Tuhanpun menjawab. “Diantara semua malaikat-Ku, Aku akan memilih seorang yang khusus untukmu. Dia akan merawatmu dan mengasihimu. Si kecil bertanya lagi, “Tapi, di sini, di surga ini aku tak berbuat apa-apa kecuali tersenyum dan bernyayi. Semua itu cukup membuatku bahagia. Tuhanpun menjawab, “Tak apa, malaikatmu itu, akan selalu menyenandungkan lagu untukmu, dan ia akan membuatmu tersenyum setiap hari. Kamu akan merasakan cinta dan kasih sayang, dan semua itu pasti akan membuatmu bahagia.” Namun si kecil bertanya lagi, “Bagaimana aku bisa mengerti ucapan mereka, jika aku tak tahu bahasa yang mereka pakai?”

Tuhanpun menjawab, “Malaikatmu itu, akan membisikkan kata-kata yang paling indah, dia akan selalu sabar berada di sampingmu, dan dengan kasih sayangnya, dia akan mengajakanmu berbicara dengan bahasa manusia.” Si kecil bertanya lagi, “Lalu bagaiman jika aku ingin berbicara pada-Mu, ya Tuhan?”

Tuhanpun kembali menjawab, “Malaikatmu itu akan selalu membimbingmu. Dia akan selalu mengadahkan tangannya bersamamu dan mengajarkanmu untuk berdoa.” Lagi-lagi si kecil menyelidik, “Namun, aku mendengar di sana banyak sekali orang jahat, siapakah nanti yang akan melindungiku?”

Tuhanpun menjawab, “Tenang, malaikatmu, akan terus melindungimu, walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Dia, akan sering melupakan kepentingannya sendiri untu keselamatanmu. “Namun, si kecil ini malah sedih, “Ya Tuhan, tentu akau akan sedih jika tidak melihat-Mu lagi.

Tuhan menjawab lagi, “Malaikatmu akan selalu mengajarkan keagungan-Ku, dan dia akan mendidikmu bagaimana agar selalu patuh dan taat kepada-Ku. Dia akan selalu membimbingmu untuk selalu mengingat-Ku. Walau begitu, Aku akan selalu ada disisimu.”

Hening. Kedamaian pun tetap menerpa surga. Namun suara panggilan dari bumi terdengar sayup-sayup. “Ya Tuhan, aku akan pergi sekarang. tolong, sebutkan nama malaikat yang akan melindungiku…”

Tuhanpun Menjawab, “Nama malaikatmu itu tidak begitu penting. Kamu akan memanggilnya dengan sebutan ” Ibu…”

Sumber : panggah08.blogspot.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: